
Ternate, 17 Januari 2026 mpidtv.com – Kampus STAR Gerakan Persatuan Mahasiswa Obi Maluku Utara (GPMO–Malut) memperingati hari jadinya yang ke-6 tahun dengan menggelar dialog publik bertema “Potret Pembangunan Kawasan Industri: Apa Kabar Jalan Lingkar Obi?”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Pergerakan GPMO–Malut dan menghadirkan fasilitator sekaligus narasumber, yakni Kadri La Etje, S.Pi., M.Si. dan Ir. Amrin Amin, S.T., M.T.
Dalam sambutannya, Ketua Umum GPMO–Malut, Rahman Udin, menegaskan bahwa GPMO–Malut akan terus berkomitmen menjalankan amanah perjuangan mahasiswa Obi dalam mengawal berbagai problematika yang terjadi di Pulau Obi. Ia menyadari bahwa organisasi masih memiliki banyak keterbatasan, namun menegaskan bahwa semangat dan api perjuangan untuk Pulau Obi akan terus hidup dan menyala.
“Tahun 2026, GPMO–Malut berkomitmen penuh untuk mengawal pembangunan Pulau Obi, khususnya realisasi pembangunan Jalan Lingkar Obi. Kami meyakini bahwa perputaran ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan sektor kesehatan akan berjalan lebih baik apabila Jalan Lingkar Obi dapat direalisasikan,” tegas Rahman.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada alasan apa pun bagi negara untuk menunda pembangunan Jalan Lingkar Obi pada tahun 2026. Menurutnya, Pulau Obi telah memberikan kontribusi besar bagi negara, khususnya di sektor pertambangan, namun hingga kini belum mendapatkan perhatian yang sepadan dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, meskipun Obi telah ditetapkan sebagai Kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sementara itu, Dr. Abdurrahman Hi. Usman, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H., yang mewakili sesepuh Obi sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi gerakan mahasiswa Obi yang tergabung dalam GPMO–Malut. Ia menilai bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan merupakan sebuah keharusan dalam mengawal problematika yang dihadapi masyarakat Pulau Obi.
“Sebagai mahasiswa, kegiatan seperti ini adalah bentuk kepedulian sekaligus bukti kecerdasan sosial terhadap lingkungan masyarakat dan daerah. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus, panitia, dan seluruh mahasiswa GPMO–Malut yang telah menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Obi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan-kegiatan serupa tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Ir. Amrin Amin, S.T., M.T. selaku narasumber menegaskan bahwa Jalan Lingkar Obi merupakan hak sekaligus kebutuhan mendesak masyarakat Obi dan tidak dapat dikompromikan dengan kepentingan lain.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Obi seharusnya sudah masuk dalam pelaksanaan pekerjaan melalui APBD Perubahan Tahun 2025, atau paling lambat menjadi agenda prioritas pemerintah pada awal tahun 2026.
“Masyarakat Obi menaruh harapan besar kepada Gubernur Maluku Utara untuk merealisasikan kebutuhan mendasar ini, khususnya pembangunan Jalan Lingkar Obi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa apabila pemerintah daerah masih beralasan pada keterbatasan anggaran, maka GPMO–Malut mendesak Gubernur Maluku Utara untuk meng-upgrade status Jalan Lingkar Obi menjadi jalan nasional, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.