
mpidtv.com , LampungTengah – Citra pendidikan di Kota Bandar Lampung tercoreng setelah terungkap keterlibatan pelajar dalam kasus narkoba.
Dua pelajar SMK berinisial HR dan HA berusia 16 tahun diketahui terjun ke bisnis narkoba.
Alih-alih berfokus pada pendidikan dan prestasi, keduanya justru terlibat penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Ironisnya, saat akan diringkus polisi, keduanya mencoba kabur dan mencelakai warga sipil.
Peristiwa ini terjadi pada Rabo dini hari, 14 Januari 2026. Saat itu, Tim Walet Samapta Polresta Bandar Lampung sedang melakukan patroli rutin.
Kecurigaan petugas muncul ketika melihat mobil Honda Brio terparkir di dekat minimarket sekitar Stadion Pahoman.
Mobil tersebut terparkir dengan kondisi mesin masih hidup. Saat dihampiri petugas, pengemudi mobil justru tidak kooperatif.
Mobil yang diketahui milik orang tua salah satu pelaku langsung tancap gas.
Pelaku menabrak dua sepeda motor patroli polisi demi mencari jalan keluar.
Kejar-kejaran pun terjadi hingga ke Jalan Gatot Subroto.
Lokasi kejaran tepat berada di depan Kantor BPBD Provinsi Lampung.
Di lokasi tersebut, pelarian kedua remaja asal Kecamatan Panjang memakan korban.
Seorang warga yang melintas ditabrak hingga terpental dari sepeda motornya.
“Di lokasi itu, pelaku menabrak satu sepeda motor yang ditumpangi warga,” ujar Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol I Made Indra Wijaya.
Ia menjelaskan mobil baru berhenti setelah menghantam pagar rumah warga dengan keras.
Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti mengejutkan.
Di dalam mobil ditemukan timbangan digital dan 37 gram tembakau sintetis.
Barang bukti tersebut terbagi ke dalam 17 paket siap edar.
Hasil interogasi mengungkap modus kedua pelajar tersebut.
Mereka membeli 25 gram sinte seharga Rp1,7 juta melalui media sosial.
Barang haram itu kemudian dicampur dengan tembakau rokok biasa.
Tujuannya untuk menambah volume dan meraup keuntungan hingga Rp3 juta.“Mereka memecah paket besar menjadi paket-paket kecil,” tegas Kompol Made.
Sebagian barang dikonsumsi sendiri dan sebagian lainnya dijual kembali.
Ia menyebutkan keduanya berasal dari sekolah yang berbeda.
Keduanya juga sebelumnya pernah dibina karena terlibat rencana tawuran.
Akibat kejadian tersebut, dua pengendara sepeda motor wanita menjadi korban.
Kedua korban langsung dilarikan ke RS Hermina.
Satu korban mengalami patah kaki yang cukup parah.
Sementara satu korban lainnya mengalami luka lecet di bagian wajah.
“Anggota kami selamat, namun kendaraan operasional mengalami kerusakan,” ujarnya.
Ia menambahkan kedua pelaku telah ditahan untuk pengembangan kasus.
Polisi juga memburu jaringan kurir narkoba yang berada di atas pelaku.