Front Mahasiswa Yahukimo se-Indonesia Gelar Demo di Kantor DPRD – Tolak Darurat Militer, Investasi yang Merugikan masyarakat .

Spread the love

papua – Mpidtv.com Dekai Kabupaten Yahukimo
Langkah kaki yang teratur menghantam aspal jalan menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yahukimo. Ribuan massa dari Front Mahasiswa Yahukimo se-Indonesia, dipimpin oleh Korlap Aksi Roni Mirin Kamus Payage beserta Warkorlap Dani Wetapo, berbaris dengan spanduk bertuliskan tuntutan mereka yang tegas.

Di halaman kantor DPRD, suara padu menyuarakan kekhawatiran yang telah lama menyelimuti masyarakat Yahukimo. “TOLAK DARURAT MILITER! TOLAK INVESTASI YANG MERUGIKAN RAKYAT! TOLAK PEMEKARAN DOB YANG MEMECAH BELAH!” teriak mereka bersamaan.

Ketua korlap, Roni Mirin Kamus Payage secara gamblang menyampaikan seruan aksi:
“Situasi di Yahukimo kini seperti dalam darurat militer. Rakyat sipil ditekan, terjadi penangkapan sewenang-wenang, penyisiran rumah tangga, hingga pengungsian massa. Banyak orang Papua yang hanya karena memiliki ciri khas fisik seperti rambut gimbal dan jengkot panjang, dituduh sebagai anggota OPM dan ditangkap tanpa proses yang jelas. Bahkan tidak sedikit di antara pengungsi yang kehilangan nyawa akibat kondisi yang tidak layak.”

Ia juga mengangkat isu investasi yang dianggap mengancam kehidupan masyarakat lokal: “Proyek-proyek seperti blok Soba, pertambangan batu bara di Suru-suru, pengembangan sawah di Logpon Distrik Dekai, serta pembangunan jalan trans Yahukimo menuju Wamena, berjalan tanpa memperhatikan kepentingan rakyat adat. Tanah yang menjadi sumber mata pencaharian kita diambil alih, lingkungan terancam rusak, namun manfaatnya tidak dirasakan oleh warga lokal.”

Tak hanya itu, rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti pembentukan Kabupaten Yalimek, Yahukimo Timur, Yahukimo Barat Daya, dan Eroma juga menjadi sorotan. “Pemekaran ini dinilai sebagai strategi untuk memecah belah persatuan masyarakat adat,” ujar Dani Wetapo yang ikut menyampaikan aspirasi. “Negara tidak mempertimbangkan kapasitas sumber daya alam dan manusia lokal, hanya fokus pada kepentingan yang tidak jelas.”

Dalam suasana yang penuh perhatian, salah satu anggota DPRD Kabupaten Yahukimo menerima aspirasi tersebut dengan sikap terbuka. “Semua yang kalian sampaikan ini akan saya teruskan ke dalam sidang pleno DPRD Kabupaten Yahukimo. Kami akan melakukan kajian mendalam dan berusaha untuk menjadi ujung tombak aspirasi rakyat kepada pemerintah daerah dan pusat,” ucapnya kepada massa yang hadir.

Setelah aspirasi disampaikan dengan baik, massa mengakhiri aksi dengan damai, berharap bahwa suara mereka akan benar-benar diperhatikan dan menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat
(Tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *