
Palangkaraya -mpidtv.com
Suasana cemas menyelimuti sebuah keluarga di Jalan Griya Kecipir, Kota Palangka Raya. Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, Anastasia Glory, dilaporkan hilang setelah berpamitan meninggalkan rumah sejak Minggu (18/01/2026) siang. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan siswi tersebut masih menjadi misteri.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat Anastasia berpamitan kepada orang tuanya sekitar pukul 14.00 WIB untuk mengerjakan tugas sekolah (kerja kelompok). Berdasarkan keterangan pihak keluarga, ia meninggalkan kediamannya di Jl. Griya Kecipir Blok B No. 11 dengan menggunakan JASA TRANSPORTASI OJEK ONLINE.
Namun, kecemasan mulai muncul saat Anastasia tak kunjung pulang hingga malam hari. Upaya komunikasi yang dilakukan pihak keluarga tidak membuahkan hasil, dan keberadaannya tidak diketahui oleh rekan-rekan sekolahnya.
Identitas dan Ciri Fisik Korban
Pihak keluarga bersama kepolisian telah merilis data identitas Anastasia guna mempercepat proses pencarian.
Berikut adalah ciri-ciri korban:
Nama: Anastasia Glory (15 Tahun).
Ciri Fisik: Tinggi badan sekitar 143 cm, berat badan 48 kg (perawakan kurus), kulit sawo matang, dan rambut hitam panjang.
Tanda Khusus: Memiliki bekas luka pada bagian leher belakang sebelah kiri.
Pakaian Terakhir: Mengenakan baju crop top lengan panjang warna abu-abu dan celana panjang warna biru.
Awak media SidikPolisiNews telah melakukan konfirmasi pertelepon dengan
Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) unit SPKT Polres Palangka Raya untuk melakukan share informasi ini.
Pihak POLRESTA Palangkaraya juga meminta masyarakat yang melihat atau memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan Anastasia untuk segera melapor.
Informasi dapat disampaikan melalui:
* Satreskrim Polresta Palangkaraya
* Piket SPKT Polresta Palangka Raya: 0811-5207-110
* Ibu Santie (Orang Tua): 0821-9294-3380
* Atau menghubungi kantor polisi terdekat.
Catatan Redaksi: Alarm bagi Orang Tua
Kasus hilangnya Anastasia Glory menjadi pengingat keras bagi seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak remaja, terutama saat beraktivitas di luar rumah sendirian.
Dunia digital dan kemudahan akses transportasi memang memberikan fleksibilitas, namun juga menyimpan risiko tersembunyi. Para orang tua diimbau untuk selalu memastikan identitas rekan tujuan anak, memantau rute perjalanan melalui aplikasi, serta menjaga komunikasi aktif secara berkala. Jangan ragu untuk menetapkan aturan keamanan yang lebih ketat demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
( Tim redaksi)